"Membumikan
Islam dalam bidang ekonomi". Itulah visi besar, atau bolehlah dikatakan
goal dari segala aktivitas yang digerakkan oleh teman-teman Kelompok Studi
Ekonomi Islam (KSEI) di masing-masing kampusnya.
Untuk mencapai
tahap itu, menurut saya, mesti dibuat langkah turunan yang disesuaikan dengan
kondisi KSEI di tiap-tiap kampus. Mengapa begitu? Karena setiap KSEI punya
karakteristik dan keunikan yang berbeda. Punya kualitas yang berbeda. Dan
menghadapi persoalan yang juga berbeda.
Atas dasar
itu, maka penting sekali membuat VISI TAHUNAN yang disesuaikan dengan kebutuhan
KSEI-nya. Analisisnya bisa berdasarkan SWOT (kelebihan, kelamahan, kesempatan
dan kekhawatiran). Kemudian canangkan HAL APA YANG HARUS DIBENAHI serta TARGET
APA YANG AKAN DICAPAI pada kepengurusan tahun itu.
Tidak perlu
muluk-muluk. Cukup selesaikan SATU atau DUA hal yang harus DIBENAHI. Dan SATU
atau DUA hal yang mesti DICAPAI.
Tentu baik
sekali jika kita mampu membuat perubahan di segala sisi. Tapi itu akan amat
sulit, kalau pun bisa, saya pikir, itu perubahan yang RAPUH. Artinya akan mudah
kembali ke kondisi awal, karena waktu satu tahun terlalu singkat untuk
mengukuhkan 'budaya organisasi'.
Akan lebih
baik jika setiap kepengurusan menyelesaikan satu-dua problem, dan membidik
satu-dua target. Kemudian kepengurusan berikutnya melanjutkan. Sehingga dari
satu kepengurusan ke kepengurusan berikutnya ada SINKRONISASI PERBAIKAN. Jika
kita ibaratnya membangun rumah, maka kurang lebih TIMELINE atau FOKUS-nya
seperti ini: Kepengurusan tahun 2012: mencari bahan dan ahli bangunan terbaik.
Kepengurusan tahun 2013: membuat pondasi dengan campuran bahan yang tepat.
Kepengurusan tahun 2014: membuat tembok dan atap. Kepengurusan tahun 2015: isi
dengan prabot dan percantik tampilan rumah.
Begitu
seterusnya. Intinya setiap kepengurusan mesti ada FOKUSnya masing-masing.
Sehingga terjadi KESELARASAN PERBAIKAN dari tahun ke tahun.
Jadi FOKUS
pada satu atau dua hal adalah penting. Contoh riilnya: KES sebenarnya punya
peluang yang sangat besar untuk menjadi organisasi dakwah & ilmiah unggulan
di kampus. Mengapa? Karena KES tumbuh di lingkungan subur ekonomi syariah.
Terdapat Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Juga diliputi lembaga pendukung
seperti MES, BI, dan lembaga terkait lainnya.
Namun potensi
yang sedemikian besarnya itu belum dapat dioptimalkan karena: 1) sistem
organisasi belum kokoh sehingga belum maksimal menampung dan mengembangkan
potensi kader. 2) kajian redup. Sedang KES merupakan organisasi DAKWAH-ILMI.
Analisis
tersebut kemudian menjadi dasar pijakan, bahwa yang mesti dilakukan adalah
memperkuat sistem organisasi dan meghidupkan kajian. Sehingga dapat MEWADAHI
dan MENGOPTIMALKAN potensi kader. Agar mudah diingat dan menjadi acuan serta
afirmasi positif bagi gerakan satu kepengurusan, dibuatlah TAGLINE yang memuat
VISI kepengurusan tahun itu.
Muncullah
tagline 'BERKAH' yang berarti 'Besar, Rapi, Kajian Hidup'. Tegline tersebut
yang menjadi FOKUS kepengurusan tahun 2014-2015.
Mengapa BESAR?
Karena KES memiliki potensi itu. Ingat, KES tumbuh di lingkungan subur ekonomi
syariah. Banyak mahasiswa syariah
Mengapa harus RAPI? Agar mampu mewadahi dan
mengoptimalkan potensi kader yang sedemikian banyaknya. Ibarat wadah, jika ia
kecil dan rapuh sedang muatannya banyak, maka wadah tersebut akan hancur. Tidak
sanggup menampung.
Mengapa harus
KAJIAN HIDUP? Karena kajian adalah mata tombak organisasi dakwah-ilmi.
KES dapat
tumbuh BESAR dengan sistem yang RAPI dan disokong KAJIAN yang HIDUP. Insya
Allah.
Tahun
berikutnya masihkah memakai tagline tersebut? Tergantung bagaimana evaluasi
akhir kepengurusan nanti. Jika kajian telah hidup, maka berlanjut ke jenjang
berikutnya. Dan seterusnya. Boleh jadi tagline berikutnya adalah KES
'BERKARYA', yang berfokus pada pengkaryaan kader. Pengkaryaan hasil kajian dan
sebagainya.

2 komentar:
ahhh kakak keren banget blognya :)
ini masih simpel banget. gampang kok :D
Posting Komentar