Jumat, 28 Agustus 2015

Sepotong Senyum Untuk Yang Lelah Menanti


Di tepian jalan sering kita lihat bapak tukang ojek tercenung sambil menunggui calon penumpang. Segurat ekspresi wajah penuh harap itu juga membinar dan terkadang tersapu debu jika siang, atau tersinari temaram cahaya kuning dari lampu-lampu pinggir jalan.
Jaketnya selalu melekat, helm dan motor yang tidak lagi bagus terus menemani sepanjang hari. Tidak jarang kebosanan mengepung hati. Lelah bercampur resah, takut kalau-kalau tidak satu pun penumpang yang bisa diantar. Bagaimana nasib anak isterinya. Apa yang bisa dimasak malam ini?
Namun kerap kali dengan angkuhnya kita berlalu tanpa sepotong senyum pun kita beri untuknya. Untuk sekedar memberi isyarat bahwa kita berucap terima kasih atas tawaran jasanya. Atau setidaknya, kita menganggap bahwa ia ada dan menjadi bagian dalam hidup ini. Bagian dalam hidup kita.
Coba bayangkan sejenak saja, betapa manisnya, jika antar kita saling menghargai dan mempersembahkan senyuman paling tulus untuk orang sekeliling. Dimanapun, kapanpun, dan selelah apapun diri. Sehingga yang lelah pun bisa ikut tersenyum.


2 komentar:

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

siip kak Rizal :-)

Posting Komentar