Hari-hari pasca mubes saya gunakan untuk mengumpulkan
sebanyak-banyaknya referesi. Menyerap sebanyak-banyaknya energi dari
PERPUSTAKAAN, MASJID dan PASAR.
Karena ketiga tempat itu punya ENERGI besar yang bisa mengisi
ceruk jiwa. Perpustakaan terkait dengan INTELEKTUALITAS. Masjid terkait dengan
SPIRITUALITAS. Dan pasar tekait dengan EMOSIONAL, karena bersentuhan langsung
dengan banyak orang.
Perpustakaan - Masjid - Pasar. Saya merasakan perjalanan yang
luar biasa menakjubkan. Menemui guru-guru kehidupan lewat buku, kajian agama,
dan orang-orang di sekeliling. Berhari-hari berjibaku dengan hal-hal itu.
Hingga lambat laut jiwa semakin terisi. Ada spirit yang mulai berkecambah.
Terus tumbuh hingga kemudian mengakar.
Dalam peristirahatan perjalanan, selalu saya sempatkan untuk
belajar dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) kampus lain. Menilik agenda
mereka. Keakraban pengurusnya. Dan metode syiar serta kajiannya. Bahkan belajar
dari organisasi non-KSEI.
"Kepala saya harus penuh!"
Ya. Harus punya banyak referensi soal kadirasasi, syiar, dan
manajemen organisasi secara keseluruhan. Agar tidak terjadi kejumudan agenda. Agar
roda organisasi perputar dengan baik.
Karena fase terpenting dalam penerbangan, kata seorang pilot
ahli, adalah saat TAKE OFF. Saya pikir tidak berbeda juga dengan 'penerbangan'
sebuah organisasi. Fase awal adalah fase yang sangat penting. Maka harus dimulai
dengan baik. Dan jikalah bisa, bolehlah dimulai dengan cara yang ajaib!
Libatkan Allah. Bismillah dulu. Berangkat!

0 komentar:
Posting Komentar