Jumat, 22 Mei 2015

Lembar#2: Memulai Penerbangan


Hari-hari pasca mubes saya gunakan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya referesi. Menyerap sebanyak-banyaknya energi dari PERPUSTAKAAN, MASJID dan PASAR.
Karena ketiga tempat itu punya ENERGI besar yang bisa mengisi ceruk jiwa. Perpustakaan terkait dengan INTELEKTUALITAS. Masjid terkait dengan SPIRITUALITAS. Dan pasar tekait dengan EMOSIONAL, karena bersentuhan langsung dengan banyak orang.

Perpustakaan - Masjid - Pasar. Saya merasakan perjalanan yang luar biasa menakjubkan. Menemui guru-guru kehidupan lewat buku, kajian agama, dan orang-orang di sekeliling. Berhari-hari berjibaku dengan hal-hal itu. Hingga lambat laut jiwa semakin terisi. Ada spirit yang mulai berkecambah. Terus tumbuh hingga kemudian mengakar.
Dalam peristirahatan perjalanan, selalu saya sempatkan untuk belajar dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) kampus lain. Menilik agenda mereka. Keakraban pengurusnya. Dan metode syiar serta kajiannya. Bahkan belajar dari organisasi non-KSEI.
"Kepala saya harus penuh!"
Ya. Harus punya banyak referensi soal kadirasasi, syiar, dan manajemen organisasi secara keseluruhan. Agar tidak terjadi kejumudan agenda. Agar roda organisasi perputar dengan baik.
Karena fase terpenting dalam penerbangan, kata seorang pilot ahli, adalah saat TAKE OFF. Saya pikir tidak berbeda juga dengan 'penerbangan' sebuah organisasi. Fase awal adalah fase yang sangat penting. Maka harus dimulai dengan baik. Dan jikalah bisa, bolehlah dimulai dengan cara yang ajaib!
Libatkan Allah. Bismillah dulu. Berangkat!


0 komentar:

Posting Komentar